Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

Panduan Fundamental Lengkap Jadi Dropshipper Shopee Sukses

1 komentar


Panduan Fundamental Lengkap Jadi Droshipper Shopee Sukses

Panduan Fundamental Lengkap Jadi Dropshipper Shopee Sukses- Untuk menjadi sukses dalam suatu bidang, kita memerlukan panduan dari orang-orang sukses sebelumnya di bidang tersebut.

Panduan tersebut, bisa menjadi awal mula dari langkah strategis kita dalam memulai suatu bidang yang akan kita tekuni.

Menjadi web developer sukses, engineer sukses, advertiser sukses, youtuber sukses, semua itu butuh panduan, tidak terkecuali untuk dropshipper.

Dropshipper adalah sebutan bagi mereka yang menjual suatu barang dari pihak lain, tanpa perlu menyetok barang di tempat sendiri. Sistem seperti ini, biasa kita kenal dengan dropship.

Syarat utama dari suksesnya sistem ini adalah koneksi jaringan internet yang memadai.

Salah satu contoh sukses dari orang-orang yang menerapkan sistem ini adalah Ridwan Saputra. Ia adalah bukti salah satu contoh sukses dari kata “Kuliah Sambil Kerja”.

Ridwan mengaku telah omset sebesar 181 juta per bulan, lewat sistem dropship di bidang kerajinan tangan.

Baca juga : Ridwan Saputra, Mahasiswa dan Dropshipper Berpenghasilan 100 Juta Per Bulan

Sama seperti pebisnis lain pada umumnya, Ridwan juga banyak temukan banyak masalah dalam proses berbisnisnya.

Namun, semangat pantang menyerah dan panduan tepat telah mengantarkannya pada tangga kesuksesan.

Dari kisah Ridwan, kita jadi tau bahwa untuk menjadi dropshipper sukses, tidak cukup hanya dengan semangat. Butuh panduan yang tepat, agar energi kita keluarkan tidak menjadi sia-sia.

Berikut ini adalah panduan lengkap untuk menjadi dropshipper sukses dari suhu-suhu dropshipper yang telah berhasil Min Kucing dapatkan;

Mulai dari Mengatur Mindset



Panduan Fundamental Lengkap Jadi Dropshipper Shopee Sukses
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

Sama seperti bisnis-bisnis lain pada umumnya. Hal yang pertama yang harus kita atur adalah mindset.

Mindset atau pola pikir yang tepat akan membuat bisnis kita terus berkembang.

Bahkan setengah dari panduan ini, berawal dari kunci bagaimana kita berpikir tepat pada masalah yang datang

Seorang pebisnis tidak akan sukses, jika yang mereka pikirkan hanyalah keuntungan. Menganggap usahanya akan laris manis selamanya.

Untung dan rugi itu pasti dalam bisnis. Adaptasi dalam bisnis penting untuk hadapi perkembangan teknologi yang kian pesat.

Kita bisa ambil contoh kegagalan Nokia. Smartphone produksi perusahaan di Finlandia, yang ternama, terfavorit, ter-wow pada masanya kini tinggal kenangan.

Faktor kegagalan tersebut berawal dari kepercayaan diri yang tinggi, bahwa Nokia akan merajai pangsa para smartphone meski tidak menggunakan Android.

Lalu, apakah salah jika kita memiliki kepercayaan diri terhadap prospek usaha sendiri ?

Tentu tidak, kepercayaan diri yang tinggi terhadap kesukesan bahkan sangat kita perlukan.

Bagaimana kita membangun suatu bisnis ? jika kita sendiri tidak percaya terhadap bisnis tersebut sukses atau tidak ?.

Lihatlah bagaimana visioner seperti Mark Zuckerberg, Bill Gates, Steve Jobs, atau terbaru Elon Musk memulai memulai bisnis mereka.

Terbaru, kitab bisa melihat TikTok yang seakan menjadi trendsetter video pendek di sosial media lainnya.

Contoh seperti Instagram dengan IG Reels, Youtube dengan Youtube Shorts, Netflix dengan Fast Laugh-nya.

Padahal, di awal awal perilisan TikTok, banyak pihak-pihak yang meremehkan.

Kepercayaan bahwa TikTok akan sukses terus mengiringi TikTok seperti sekarang.

Tetapi, perlu kita pahami bahwa kepercayaan diri bukannya satu-satunya jawaban kesuksesan TikTok. Kepercayaan diri mereka tidak lantas membuat mereka abai terhadap perkembangan teknologi lain.

Kisah kegagalan Nokia dan keberhasilan TikTok, telah memberikan kita jawaban tentang mindset berbisnis yang tepat. Yakni;

Kepercayaan diri harus berdampingan dengan kemampuan adaptasi.

Mindset ini dapat calon dropshipper sukses gunakan dalam berbagai lini bisnis, tidak terkecuali dengan dropship.


Bagaimana Menentukan Barang yang akan di-Droship-kan ?



Bagaimana Menentukan Barang yang akan di-Droship-kan ?
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

Mencari winning product atau produk yang paling banyak orang-orang inginkan tidaklah mudah. Bahkan untuk sekelas suhu pun masih kesusahan untuk mencari winning product.

Namun, cara paling gampang untuk mendapatkan winning product untuk nanti di dropshipkan adalah mencari produk yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Contohnya pakaian, seperti jilbab, daster ibu-ibu, baju polo, kemeja, sepatu dan sejenisnya.

Apabila kita mencoba untuk men-dropship kan produk-produk musiman, seperti sepeda pada musim sepeda, maka tidaklah mengapa.

Namun, jangan terlalu berharap pada dropship sepeda bila memang sudah tidak musimnya lagi.

Berkaitan dengan mindset di awal, maka mencoba menjadi dropship obat-obat herbal bisa kita lakukan.

Terlebih di masa pandemi sekarang ini, membuat kesadaran masyarakat akan kesehatan meningkat dengan sendirinya.

Menjual winning product dengan komunitas pasar yang tertarget juga bisa kita lakukan, seperti alat fitness untuk komunitas fitness, sepatu lari untuk komunitas lari, kerajinan tangan untuk komunitas pecinta seni, dan lain-lain.

Umumnya, mereka yang menjadi dropshipper di produk seperti ini, memang tidak sering menerima orderan.

Namun, ketika banjir orderan datang maka rekening bisa tiba-tiba menggendut.

Berikut adalah, kiat-kiat memilih dropship dalam penentuan barang;

Lebih memilih produk-produk yang lekat dengan kebutuhan sehari-hari, sebagai produk dropship yang utama

Menjual barang-barang yang sangat diperlukan, namun pemakaianya bukan untuk sehari-hari, contoh peralatan kesehatan, kecantikan atau obat herbal.

Di urutan ketiga, kita bisa menempatkan produk-produk musiman.

Tidak kalah penting dari pemilihan barang, pemilihan toko yang sudah memiliki nama juga akan mendukung kesuksesan kita dalam panduan menjadi dropshipper sukses.

Sekarang, kamu, sebagai calon dropshipper sukses sudah mendapatkan banyak bantuan teknologi terbarukan, yakni e-commerce, seperti Shopee.

Kenapa Shopee ?, jawabannya akan kita bahas pada sub bab berikutnya.

Cara Memasarkan Produk Agar Cepat Banjir Orderan



Panduan Fundamental bagi Dropshipper
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

Sebagai droshipper, tidak ada salahnya untuk mengenal berbagai teknik pemasaran yang banyak para ahli gunakan.

Calon dropshipper sukses dapat mempelajari teknik funnel marketing, ScaleUp, atau menggunakan tools marketing seperti Facebook Ads dan Google Ads.

1. Paham Konsep Funnel Marketing Secara Sederhana


Funnel marketing adalah;


Proses Seseorang dalam Mengenal Brand Kita, Mengenal Produk Kita, Melakukan Kontak, Menimang-nimang Produk, Melakukan Pembelian, Menilai Produk, hingga Menjadi Pelanggan Tetap.

Dari sini kita tau, bahwa branding kita sebagai dropshipper sangatlah penting.

Apabila banyak pelanggan mengenal kita sebagai dropshipper yang jujur, maka pelanggan dengan sendirinya akan memberikan feedback yang baik.

Ingatlah cerita Bob Sadino yang sengaja memasukan 2 telur busuk ke sebagai belanjaan dari pelanggan yang terkenal cerewet di kompleks. Padahal waktu itu, ia punya tagline” jika ada 1 telur busuk, maka pelanggan berhak dapat ganti 10 telur”.

Pelanggan yang cerewet itu kembali pada Bob dengan kesal, dan sejurus kemudian, Om Bob menghadiahinya sesuai janji, 20 telur.

Ibu-ibu yang cerewet berhenti marah dan justru balik menyebarkan betapa baiknya Om Bob, dan jadi pelanggan tetap.

Apa yang telah Bob Sadino ini lakukan juga merupakan pelaksanaan dari funnel marketing.

Berikut adalah gambaran dari funnel marketing;


Pengertian Funnel Marketing
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

Penting untuk pebisnis, tak terkecuali calon dropshipper sukses memahami dasar funnel marketing.

Untuk bagian pertama, yakni awareness, calon dropshipper sukses bisa gunakan akun-akun sosial media seperti Instagram, Facebook, TikTok sebagai media tepat untuk memperkenalkan diri dan produk.

Calon dropshipper sukses dapat gunakan media-media pembuatan konten online seperti Canva, agar menarik pengunjung.

Namun, jangan terpaku pada konten, ingatlah tujuan awal untuk jadi dropshipper adalah fokus cari untung bukan cari pengunjung.

2. Memilih Jenis Scale Up yang Tepat



Mengenal Jenis Scale Up dalam Bisnis
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

Perhatikan gambar di atas !!.

Gambar tersebut sudah menjelaskan bagaimana sistem ScaleUp bekerja.

Apabila kita memilih untuk ScaleUp horizontal, maka calon dropshipper sukses dapat memiliki pasar yang tertarget dengan usahanya yang makin ternama.

Apabila kita memilih untuk ScaleUp vertical, maka calon dropshipper sukses dapat memiliki banyak usaha bisnis dengan target pasar yang lebih banyak.

Baik horizontal dan vertikal sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut adalah penjabarannya;

Kelebihan ScaleUp Horizontal


Calon dropshipper sukses lebih mudah dikenal pelanggan, sebagai dropshipper produk tertentu.

Calon dropshipper sukses dapat lebih mudah mendalami tentang produk yang diperjual belikan.

Tidak banyak menguras tenaga calon dropshipper sukses untuk mempelajari produk baru, dan sangat cocok untuk individual dropshipper.

Kekurangan ScaleUp Horizontal


Target pasar yang menyesuaikan produk atau kasarnya, kecil.

Kelebihan ScaleUp Vertikal


Calon dropshipper sukses dapat memiliki banyak lini usaha bisnis.

Calon dropshipper sukses punya target pasar yang lebih banyak ketimbang ScaleUp Horizontal.

Kekurangan ScaleUp Vertikal


Calon dropshipper sukses butuh banyak pengorbanan dalam hal tenaga untuk mempelajari banyak produk baru.

Solusinya bisa merekrut calon dropshipper sukses lain untuk bergabung, namun hal itu tentu akan memakan biaya.

Lalu, lebih baik Memilih ScaleUp Horizontal atau Vertikal?

Jawaban pertanyaan ini akan balik lagi pada tujuan calon dropshipper sendiri.

Apakah kamu ingin dikenal pelanggan dengan satu bisnis yang sukses atau punya banyak cabang bisnis yang sukses kamu kelola ?.

Di sinilah proses calon droshipper sukses tau, tentang pentingnya mindset sukses di awal. Karena;

Bila Mindset-nya Salah, Maka Panduan dari Ahli Pun akan Terasa seperti Dongeng Tidur

Untuk teknik yang ketiga, penggunaan tools marketing seperti Facebook Ads dan Google Ads, calon dropshipper sukses bisa baca di web-web digital marketing ternama.

Kenapa Harus Shopee ?

Coba sebutkan 5 e-commerce yang sering masyarakat gunakan untuk belanja online ?.

Sebutkan 5 e-commerce yang iklannya sering nongol di Tv dan Youtube ?.

Dan lagi, coba sebutkan 5 e-commerce yang banyak diskon produk dan ongkir gila-gilaan ?.

Nama Shopee tidak mungkin tidak disebut dalam daftar oleh calon dropshipper sukses bukan ?.

Berdasarkan data dari SimilarWeb Kuartal 1 2021, Shopee memiliki 117 juta pengunjung bulanan, dan pengunjung unik sebanyak 35,74 juta hanya dari periode Januari-Maret.

Kategori produk popular di Shopee pun adalah jenis produk yang memang banyak dibutuhkan seperti pakaian wanita, dan sejenis skin care.

Ada beberapa keunggulan yang Shopee miliki bila coba dibandingkan dengan toko sebelah. Beberapa keunggulan tersebut adalah ;

Shopee sangat cocok untuk calon dropshipper yang men-dropship kan produk-produk bertemakan fashion ataupun kecantikan.

Shopee adalah e-commerce yang banyak para ahli katakan ramah wanita, atau girly. Cocok untuk calon dropshipper sukses yang memiliki target pasar atau audiensnya bergender wanita.

Fitur iklan di Shopee miliki banyak kemudahan, seperti waktu minimum dalam beriklan yang dapat calon dropshipper atur setelah iklan terbit.

Terdapat fitur SEMO (Search Engine Marketplace Optimization), yang dapat mengatur toko kita untuk berada di halaman pertama Shopee menggunakan kata kunci.

Bagaimana Proses Bisnis Droship di Shopee ?



Bagaimana Proses Bisnis Dropship di Shopee
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

Perhatikan baik-baik gambar di atas!!.

Dapat kita pahami, banyak menjadi dropship di Shopee selayaknya sistem dropship konvensional. Perbedaannya terletak pakai modernisasi dengan menggunakan sistem.

Ketika ada seseorang yang melakukan transaksi pembelian melalui dropshipper, supplier dropship akan mengirimkan barang ke pembeli atas nama dropship.

Berapa Modal untuk Jadi Dropship Shopee?

Pada dasarnya kita tidak perlu modal yang besar untuk memulai bisnis dropship. Siapkan saja modal yang cukup sesuai dengan harga barang.

Karena sejatinya uang yang pelanggan kita bayarkan akan tertahan di akun Shopee sampai barang tersebut sampai ke alamat pelanggan.

Cara Menemukan Supplier Tangan Pertama


Teruntuk calon dropshipper yang belum tau, tangan pertama adalah istilah untuk mereka yang menyetok barang untuk kemudian ditawarkan pada reseller ataupun konsumen.

Kita dapat menemukan supplier tangan pertama dari bazar-bazar, seperti sekarang bazar online, forum bisnis dan juga toko distributor.

Cara Menjadi Droshipper di Shopee


  • Daftarkan akun kamu ke dalam Shopee. Calon dropshipper dapat gunakan layanan Shopee dari website ataupun aplikasi mobile.


Aplikasi Shopee
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

  • Cari barang yang memiliki nilai jual tinggi ataupun banyak dicari oleh orang-orang. Tentukan harga jual agar tetap terjangkau bagi pembeli namun tetap mendatangkan untung
  • Pilih dari supplier terpercaya. Calon dropshipper bisa gunakan fitur review sebagai landasan pemilihan supplier terpercaya.
  • Setelah mendapatkan barang dan supplier yang telah kamu cari sebelumnya, lakukan checkout.
  • Isi alamat sesuai dengan alamat pembeli.


Aplikasi Shopee
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

  • Jangan lupa untuk aktifkan fitur kirim sebagai dropshipper, ini nama dan nomor telepon sesuai dengan data kamu.


Aplikasi Shopee
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

  • Usahakan untuk memesan produk dari 1 toko saja, karena dapat meringankan dropship dalam urusan pengiriman biaya.
  • Apabila terpaksa memesan produk dari toko yang berbeda, usahakan untuk mencari toko yang mengaktifkan fitur gratis ongkir.

Cara Promosi Gratis Dropship Produk di Shopee


Apabila calon dropshipper sukses sudah paham apa itu funnel marketing, maka tidak akan sulit untuk temukan media-media gratis untuk promosi produk kamu.

Kita dapat gunakan sosial media untuk meningkatkan penjualan seperti menggunakan Instagram, Facebook, dan TikTok.

Gunakan setiap fitur yang ada pada aplikasi-aplikasi tersebut.

Seperti di Instagram dengan beralih menjadi akun professional, menggunakan fitur marketplace, promosi di grup, atau fanspage di Facebook, serta membuat viral marketing video di TikTok.

Calon dropshipper sukses juga dapat menggunakan blog ataupun video Youtube.

Di bagian promosi inilah, calon dropshipper sukses dihadapkan pilihan untuk menggunakan model ScaleUp Horizontal atau Vertikal.

Apabila kemampuan yang dirasa telah cukup, maka calon dropshipper sukses, bisa beralih menggunakan tools marketing berbayar seperti Facebook Ads dan Google Ads.

Tips Aman Menjadi Dropshipper di Shopee


Prioritaskan untuk mencari supplier yang tidak perlu persyaratan ribet, seperti menyerahkan KTP atau data-data pribadi lainnya.

Apabila pilihan calon dropshipper sukses jatuh pada supplier yang butuh data-data kamu, maka pastikan baik-baik bahwa supplier tersebut terpercaya.

Catat segala hal yang berhubungan dengan supplier. Temukan harga yang cocok, dan lihat review pada supplier tersebut.

Sebagai penutup, kamu bisa melihat infografik dari keseluruhan artikel ini di bawah.


Panduan Fundamental Lengkap Jadi Dropshipper Shopee Sukses
Source: Arsip Kucingkomputerin.com

Kesimpulan


Panduan ini bukan hanya terinspirasi pikiran Min Kucing saja, tapi dari teman Min Kucing yang sebelum sudah sukses berkecimpung dalam dunia dropshipper.

Tulisan ini juga banyak terinspirasi dari blog-blog ahli marketer di Indonesia

Lebih dan kurangnya, Min Kucing haturkan permintaan maaf.

Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.
RajaBackLink.com
Bagian Dari