Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

Copywriting 101: Cara Jitu Menulis Copy Ads di Landing Page

22 komentar


Copywriting 101: Cara Jitu Menulis Copy Ads di Landing Page

Copywriting 101: Cara Jitu Menulis Copy Ads di Landing Page - Berawal dari sebuah postingan keren Utkash Jaiswal di LinkedIn, Min Kucing jadi terinspirasi untuk menulis artikel copywriting kembali.

Ya, Min Kucing memang berkeinginan untuk menjadi Copywriter, meski yang utamanya adalah Content Writer sih. 

Teruntuk kamu yang belum tahu apa itu Copywriting, kamu bisa membaca lengkap ulasannya melalui link di bawah ini:

Baca juga: Copywriting 101: Kenalan Lengkap dengan Copywriting Lengkap dengan Tips AIDA

Kebetulan, konten yang ditulis oleh Utkash Jaiswal tersebut memang banyak dicari. Biar tidak penasaran Min Kucing berikan saja ya link postingannya di sini.

Min Kucing jadi kepikiran, mengapa Min Kucing tidak berbagi studi kasus tentang pengalaman Min Kucing dalam kreasi landing page saja ya. Thanks to Utkash Jaiswal.

Trik yang digunakan masih sekitar AIDA


Sebagaimana yang kita ketahui bersama, trik umum yang digunakan untuk menulis Copy adalah AIDA. A yang berarti Attention, I berarti Interest, D berarti Desire, dan A yang terakhir yang berarti Action.

Trik inilah yang sebagian Min Kucing tangkap pada 8 trik menulis Copy Landing Page dari postingan Utkash Jaiswal.

Tapi untuk Landing Page, ada sedikit tambahan elemen AIDA. Elemen itu adalah C yang berarti Conviction, atau dalam bahasa indonesianya adalah keyakinan.

Maksudnya apa?.

Pikirkan baik-baik jawaban dari pertanyaan yang satu ini

Bagaimana tanggapan orang-orang yang sebelumnya pernah menggunakan produk atau jasa ini?

Yaps, jawabannya adalah Testimoni / Portolio.

Dalam landing page, elemen ini sangatlah penting, bahkan paling krusial untuk bisnis dapat dipercaya. 

Masalah trust issues yang terus berlangusng terlebih di masa pandemi, di mana banyak penipu online, tentu menjadikan elemen ini tak boleh terlewatkan.

Meskipun ada banyak cara orang untuk menipu, contoh Yusuf Mansyur dengan bisnis sedekahnya yang telah memakan banyak korban. 

Ya, kalau soal ini jujur saja Min Kucing tidak bisa bahas lebih dalam karena kekurangan ilmu yang Min Kucing sendiri miliki.

Jika kamu tertarik untuk membaca tentang bisnis sedekahnya Yusuf Mansyur, kamu bisa baca di Bahasbisnis.com

Ehehe, kamu malah tertarik dengan website Bahasbisnis.com ya?.

Ya website Min Kucing dapat kan sebagai referensi bacaan setelah bergabung dengan grup Facebook Masyarakat Anti Ponzi & Perang Melawan MLM.

Oke cukup basa-basinya, kita mulai teknik menulis Copy di landing page ya.

Bagian Menulis Headline


Yaps, untuk dapat menuliskan copy ads menarik di Landing Page, kamu perlu tahu headline apa yang nendang.

Headline apa yang mudah diingat orang banyak orang.
Headline apa yang mudah diulang oleh orang-orang.

Contonya iklan legendaris seperti:

"Indomie Seleraku"


"Aku dan Kau Suka Dancow",


"Susu Bendera Nikmaaat, Hingga Tetes Terakhir"


"Diputar, Dijilat, Dicelupin"


"3 Always On".

Dan lain-lain sebagainya adalah salah satu contoh headline yang memang mudah dingat dan akan dikenang sampai kapanpun, terutama bagi generasi 90-an, seperti Min Kucing ini, ehehe.

Untuk landing page, headline yang kamu buat harus memiliki pesan yang jelas. 

Memancing rasa penasaran pengunjung untuk membaca lebih banyak detail selanjutnya. Contoh:

Hanya Kucing Ini yang Bisa Menulis Artikel Bisnis Berkualitas untuk Anda,

Pastinya kamu bakal penasaran. Kucing apa sih yang bisa menulis?.

Berikan Sedikit Kalimat Penjelasan Singkat di bawah Headline


Setelah memberikan headline yang begitu nendang, sudah saatnya kamu sedikit, sedikit saja memperjelas apa maksud dari headline tersebut.

Contohnya ya seperti ini nih:

Min Kucing adalah admin yang berada di balik blog Kucingkomputerin. Di sini Anda bisa memesan artikel berkualitas sebanyak mungkin.

Bagian ini tidak perlu kamu perpanjang. Cukup berikan sentuhan atau sedikit penjelasan di sini yang semakin membuat pengunjung berasa, apa nih bikin penasaran bae.

Deskripsikan Masalah


Bagaimana caranya mendeskripsikan suatu masalah dalam bagian ini?.

Gampang, posisi kamu seolah sedang mencari produk atau jasa yang kamu sendiri tawarkan. Hah? gimana-gimana.

Semisal kamu penjual genting anti bocor, maka posisikan diri seolah-seolah sebagai pembeli genting anti bocor. Pembeli genting bocor pastinya sering bertanya-tanya

"Genting saya sering bocor, di mana saya bisa mendapatkan genting kualitas terbaik?'

"Mau genting yang berkualitas, tapi harganya pasti mahal".

"Sudah dapat genting berkualitas, eh tukang pasangnya harus banyak lagi, mau pasang sendiri, takut encok kambuh :("

Bisa dibilang disinilah kamu beretorika.

Menceritakan suatu masalah dan pada akhirnya ujung-ujung ya ke produk atau jasa kamu. Ehehe, memang seperti itulah teknik berjualan.

Solusi dari Masalah-Masalah yang telah dijabarkan


Nah, berikutnya adalah dengan menjadi solusi dari masalah yang tadinya telah dijabarkan. Contoh:

Tenang, semua masalah genting Anda, bisa teratasi dengan produk ABX Genting, Kuat, Berkualitas, dan Harga Bersahabat

Ya, di bagian inilah kamu bisa mulai menceritakan siapa kamu. Tapi kamu harus ingat teknik kita di artikel Copywriting yang pertama, ceritakan apa yang kamu bisa, bukan kebanyakan siapa kamu.

Tetap di bagian ini, kamu bisa mulai memamerkan apa saja kelebihan produk atau jasa kamu dibanding produk atau jasa orang lain.

Berikan keunikan tersendiri, contoh:

"Pengerjaan artikel cepat dan akurat, hanya dalam 1 hari"
"Bisa revisi 2 kali"

Dan lain-lain.

Apa Buktinya


Selanjutnya adalah bagian Conviction. Di bagian sebelumnya, banyak pengunjung landing page yang mungkin sudah bertanya-tanya mengapa produk atau jasamu begitu bagus.

Apa iya? Beneran gak tuh?

Di bagian ini kamu bisa menunjukkan hasil-hasil testimoni pelanggan ataupun portofolio yang telah kamu miliki. 

Hal ini sangatlah penting untuk mengikis ketidakyakinan pelanggan dalam memesan produk atau jasa kamu.

Promo/Bukan Produk/Jasa yang Mudah Dipesan


Selanjutnya adalah memberikan deskripsi seolah produk atau jasa kamu bukanlah produk atau jasa yang mudah didapatkan. Semisal seperti ini nih:

"Khusus pemesanan Burger King terakhir hari ini 24.00, bisa mendapatkan gratis satu buah mug bertanda tangan Min Kucing".

"Perharinya, Min Kucing hanya menerima 5 orderan saja, aman slot kamu sekarang juga!"

Call to Action


Yang terakhir adalah Call to Action. Setelah pelanggan terakhir, berikan mereka akses yang mudah untuk segera menghubungi kamu.

Kamu bisa gunakan kata-kata di bawah ini sebagai kata pengganti Hubungi Segera yang sudah ngebosenin.

"Konsul Dulu, Soal Deal-Deal an Nomor 2"
"Tanya-tanya gratis"
"Meminta info detail"

Kesimpulan


Inilah teknik menulis Copy Ads di Landing Page. Meski pada kenyataanya, urutannya bisa berubah-rubah, bahkan ada bagian yang tidak terpakai, tapi kebanyakan dari bagian-bagian inilah yang pada akhir pasti, pasti ada dalam sebuah Landing Page.


Referensi
  • Search Google: Copywriting
  • LinkedIn

Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

22 komentar

RajaBackLink.com
Bagian Dari