Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

Copywriting 101: Clickbait dalam Headline

5 komentar

Copywriting 101: Clickbait dalam Headline

Copywriting 101 - Jujurly, Min Kucing sedikit bingung untuk menempatkan konten ini pada bagian Copywriting 101 atau Content Writing 101. Karena clickbait bisa digunakan untuk keduanya, terutama untuk judul.

Artikel dari Alex Cattoni kemudian menyadarkan Min Kucing untuk menempatkan tema ini di bagian Copywriting 101. Teruntuk kamu yang sudah lama berkecimpung di dunia penulisan copy, nama ini tentu tidak akan asing lagi.

Seseorang yang bertindak sebagai Kepala Pemasaran di Copy Posse, seseorang yang hobi mempelajari mengapa manusia bertindak, merasakan dan membeli, serta youtuber dengan jumlah subscriber lebih dari 170 ribu.

Yaps, Alex Cattoni, bisa dibilang sebagai copywriter tersohor di dunia yang tulisan dan juga videonya banyak menjadi referensi bagi copywriter pemula.

Tulisan di dalam blognya yang membahas tentang Clickbait-lah yang kemudian menginspirasi artikel Min Kucing ini di bagian Copywriting 101.

Sebagai info tambahan, nama Alex Cattoni ini termasuk ke dalam konten 3 Channel Youtube yang Copywriter Wajib Tahu! dari Creativism.id



Contoh Clickbait Pada Judul


Sebelum memberitahukan definisi clickbait, ada baiknya kamu membaca beberapa judul dari beberapa website ternama yang judulnya clickbait.

Screenshot ini Min Kucing kumpulkan dari banyak website, dan tidak bermaksud menjelekkan, hanya bermaksud untuk menerangkan bahwa judul yang digunakan clickbait.

Sebagai pembaca, sah-sah saja kita mengomentari, agar kualitas jurnalis di negeri ini juga semakin berkembang, dan tidak hanya fokus untuk mencari berbagai cara agar website ramai diklik dan dikunjungi.

Jurnalis itu mencerdaskan dan punya integritas.

Contoh Clickbait Pada Headline Berita
Sumber: Screenshot 

Yang pertama headline berita dengan judul seperti gambar di atas. Menggunakan thumbnail foto Ust. Abdul Somad yang sedang mengalami masalah di Singapura dan beritanya sedang viral.

Judul yang dibawakan dan juga thumbnail yang digunakan seperti mengundang rasa penasaran pembaca tentang apa yang dikatakan oleh Edy Rahmayadi terhadap kasus yang sedang ditimpa oleh Ust. Abdul Somad.

Tapi setelah Min Kucing baca, tidak ada satupun kata-katanya yang relevan dengan apa yang tadinya kita sangka-sangka.

Menggunakan euforia berita yang sedang viral, thumbnail demikian, dan isinya "hanya" tentang ucapan Edy Rahmayadi tentang hari ulang tahun penceramah itu di tanggal 18 Mei 2022 kemarin.

Fix, ini clickbait!.

Apa salahnya memberikan judul "Edy Rahmayadi Berikan Ucapan Menyentuh untuk Abdul Somad di Hari Ulang Tahunnya, Simak Kata-Katanya".

Toh, dengan judul seperti atas saja sudah bisa ngasilin banyak klik kok.

Ini mirip kasusnya dengan media berita ternama di Indonesia, yang dulu pernah memberitakan berita kecelakaan seorang anak kecil di kereta dengan thumbnailnya foto kereta api di Indonesia.

Pas dibaca, rupanya yang mengalami kecelakaan adalah anak kecil yang ada di India, dan thumbnaillnya pun sukses membuat kita penasaran karena merasa kecelakaan itu ada di Indonesia.

Contoh Clickbait di Headline Berita
Sumber: Screenshot

Contoh kedua adalah judul yang digunakan oleh website yang sering menggunakan teknik 4 halaman terhadap berita yang sebenarnya hanya butuh 500 kata. (Sarkas aja nih).

Thumbnail plus judul ini sebenarnya akan membuat kita, sebagai orang awam bertanya-tanya apakah benar Agnes Mo jadi Kapten Pengganti?.

Belum lagi frasa di depannya "Los Angeles FC Menang Dramatis bla bla", tentu semakin membuat kita bertanya, apakah Agnes Mo benar-benar jadi kapten pengganti (literally) sehingga punya dampak langsung di lapangan, dan membuat Los Angeles menang?.

Ternyata tidak, Agnes memang menjadi kapten, tapi Kapten Kehormatan. Gelar Kapten Kehormatan ini didapatkan bagi mereka yang menjadi tamu undangan di laga Major League Soccer.

Ada beberapa artis lain dalam acara yang sama yang mendapatkan gelar Kapten Kehormatan. Dan Kapten Kehormatan ini tidak bermain langsung di lapangan, jadi siapapun yang jadi Kapten Kehormatan, tidak punya impact apapun di atas lapangan.

Ya, ini clickbait.

Lebih tepat kalau judulnya seperti "Agnes Mo Jadi Kapten Kehormatan di Laga MLS, Simak Selengkapnya di Sini"

Contoh Clickbait di Headline Berita
Sumber: Screenshot

Selanjutnya ada headline terputus, seolah membuat kita jadi penasaran terhadap apa yang dikatakan oleh Moeldoko. Ternyata setelah dibuka beritanya, kita akan menemukan jawaban normatif.

Yakni tetap melaksanakan disiplin prokes.

Judul alternatif "Jenderal Moeldoko Peringatkan Warga untuk Tetap Disiplin Prokes Meski Izin Tidak Memakai Masker di Ruang Publik Telah Diberikan".

Memang tidak jadi menarik, tapi dari judulnya saja sudah akan memberikan kita rasa, wah iya iya, harus tetap jaga dan disiplin prokes.

Contoh Clickbait di Headline Berita
Sumber: Screenshot

Selanjutnya ada berita dari gelaran sepak bola. Bagi yang mengikuti Liga Italia pastinya tahu bahwa sekarang AC Milan berpeluang besar menjadi kampiun asalkan bisa meraih kemenangan di laga terakhir melawan Sassuolo.

Tentu saja berita kemenangan Milan di laga terakhir ini sangat ditunggu-tunggu oleh fans. Tapi, apa jadinya bila mereka melihat judul berita seperti ini?, padahal pertandingannya saja belum dimulai?.

Memang benar AC Milan mengalami kekalahan dari Sassuolo di pertemuan pertama, tapi menaikkan berita lama di saat saat yang tepat (laga terakhir juga melawan Sassuolo) tidaklah relevan.

Lihat juga di screenshot bahwa berita diterbitkan pada tanggal 20 Mei 2022. 

Judul dan berita lama di saat orang orang memerlukan berita terbaru, jelas ini hanya Clickbait. Judul berita dan isi berita yang lama diterbitkan kembali karena "momen yang pas" justru bisa jadi boomerang bagi websitenya.

Dianggap sengaja menyebarkan berita yang menyebabkan orang-orang alami missinformation.

Kalau dicari, masih banyak lagi sebenarnya, website-website Indonesia yang masih mengandalkan clickbait di dalam judul mereka. Ngaku saja, kamu juga pasti pernah jadi korban judul clickbait bukan?..

Dosakah Menggunakan Clickbait?


Contoh-contoh di atas sebenarnya telah memberikan kita pengertian tentang apa itu Clickbait. 

Berpedoman juga pada Glints, clickbait adalah judul sebuah konten yang sangat menarik, namun isinya tidak sesuai dengan judul, atau apa yang sebenarnya pembaca bayangkan karena judul yang berlebihan, serta thumbnail yang bikin ambigu.

Clickbait memang teknik yang sukses datangkan banyak pengunjung, dan tentu saja, sebagai manusia kita tidak bisa menilai clickbait ini hanya dalam satu kacamata yang buruk saja.

Min Kucing akan jelaskan terlebih dahulu keuntungan menggunakan clickbait.

Keuntungan Menggunakan Clickbait


  • Jika isi konten relevan dengan judul, dan juga pemberitaannya yang tepat, tidak bikin orang jadi missinformation, maka website akan semakin dikenal.
  • Page views jelas meningkat.

Kerugian Menggunakan Clickbait


  • Jika isi konten tidak sesuai dengan judul, thumbnail, pemberitaan yang hanya memanfaatkan sesuatu yang lagi hype dan bahkan bikin orang missinformation, bounce rate akan meningkat.
  • Image website di mata pembaca menjadi buruk.
  • Memiliki risiko tinggi bagi website yang menjalankan.

Jadi, apakah dosa menggunakan clickbait?. Mari kita bicara ini di kolom komentar.

Alex Cattoni sebenarnya sudah memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri dari Clikcbait, yakni:

  • Cara pengungkapan yang bikin orang terkejut (nyatanya B aja).
  • Memiliki unsur contradicting beliefs.
  • Manfaat yang dilebih-lebihkan.
  • Punya unsur Fake FOMO.
  • Aneh, dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Kesimpulan


Clickbait adalah teknik yang sering digunakan oleh website-website besar atau bahkan kurang kredibel untuk menciptakan judul lengkap dengan thumbnail yang bikin orang jadi ambigu.

Clickbait sendiri bisa dibilang sebagai salah satu teknik untuk optimasi website., namun risiko lebih besar ketimbang keuntungan yang didapat. 

Jadi bagi kamu yang ingin melakukan optimasi terhadap website, Min Kucing ada referensi dari MinTiv. Ya, Min Kucing dapatkan dari MinTiv 8 Metode Optimasi Website dengan SEO Agar Ramai Pengunjung, yang bisa kamu gunakan.

Tentu saja jauh dari teknik yang punya risiko seperti clickbait ini.

Teknik Clickbait ini sebenarnya punya 2 sisi, yakni keuntungan dan kerugian. Hmm..mari kita saling jajak pendapat mengenai Dosakah menggunakan Clickbait di kolom komentar..

Cuus...

Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.
Banner Bloggercrony
Ayu Support Min Kucing untuk Terus Aktif Berikan Tips Keren Nih buat jajan