Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

Copywriting 101: Bedah Teknik Copywriting yang Sering Digunakan Influencer

13 komentar

Bedah Teknik Copywriting yang Sering Digunakan Influencer

Copywriting 101 - Menulis artikel bertemakan copywriting tidaklah mudah, terlebih lagi materi ini adalah materi yang paling banyak dicari orang. Tentu Min Kucing perlu mempelajari copywriting lebih dalam lagi.

Dan tibalah saat Min Kucing kembali menggebrak blog sepi ini dengan artikel terbaru tentang bedah Copywriting yang sering digunakan oleh Influencer.

Apa itu influencer?. Penyebar flu?,

Bukan!..merekalah orang-orang yang meramaikan sosial media dengan konten-konten yang menghibur dan memberikan insight baru. 

Istilah ini sebenarnya tidak asing lagi di telinga kita, terlebih bagi generasi millenials. Membedah teknik Copywriting dari influencer bukanlah hal yang mudah, terlebih ada banyak influencer.

Di sini Min Kucing akan menggunakan salah satu video dari influencer kesukaan Min Kucing bernama @geraldvincentt

Belajar Copywriting dari Influencer Ternama
Sumber: Instagram

Bedah Teknik Copywriting @geraldvincentt



Video di atas adalah salah satu video dari postingan gerald. Postingan ini mengajarkan kita untuk lebih was-was lagi terhadap link berisikan hadiah yang datang tiba-tiba alias penipuan.

Bang Gerald mengajak audiensnya untuk melaksanakan 3A, Awasi, Amati, dan Adukan agar tidak termakan dengan bujuk rayu penipu.

Yaps, videonya sangat mengedukasi. Tetapi Min Kucing menangkap hal lain yang dapat mengedukasi kita-kita sebagai Copywriter. Yakni cara Bang Gerald menjelaskan kontennya yang berasa sangat copywriting sekali.

Berhasil bikin orang betah nonton sampai akhir. Ternyata, setelah melakukan sedikit penelitian yang melelahkan, video dari Bang Gerald ini memiliki setidaknya 1 penerapan ilmu copywriting.

Dan 1 ilmu copywriting itu adalah ACCA. Lho kok bukan AIDA Min Kucing?

Dunia Copywriting tidak terbatas hanya pada AIDA ya pemirsa. Lagian AIDA mulu yang diomongin, gak kasihan apa sama AIDA?.

Teknik ACCA


Teknik akan kita bahas adalah ACCA. Bukan ACCA nehi nehi khas India, tetapi ACCA yang kita bahas adalah kependekkan dari Kata (Awareness, Comprehension, Conviction, dan juga Action).

Berikut penjelasan masing-masing dari dari kata-kata tersebut.

- Awareness (Kesadaran) - Bagian dari copy yang membuat audiens merasa sadar akan masalah yang ada. Bagian ini menjadi bagian awal sekaligus paling sentral untuk dapat menarik perhatian audiens.

- Comprehension (Pemahaman) - Copy yang menjelaskan bagian masalah sebelumnya lebih mendalam, dan bagian ini lebih dari sekedar membangun ketertarikan atau interest semata. Artinya kamu perlu membangun rasa empati kamu tampak muncul di dalam copy.

- Conviction (Keyakinan) - Bagian yang menjelaskan mengapa audiens harus yakin dengan penjelasan kamu.

- Action (Tindakan) - Copy yang mengajak audiens untuk bertindak setelah mendapatkan informasi yang sebelumnya telah kamu terangkan.
 
Bang Gerald menceritakan masalah penipuan ini dengan sangat detail. Bagian dari kalimat pertama Bang Gerald di video, berhasil mengundang perhatian audiens untuk melihat video ini sampai akhir.

Dan apa yang dijelaskan oleh Bang Gerald di dalam video ini berhasil memenuhi syarat dari Copywriting ACCA. (Menurut Min Kucing).

Kita bahas dari kalimatnya yang pertama yakni;

"Kamu pernah gak sih dapat WhatsApp dari nomor ngga dikenal...
seterusnya sampai dengan ... minta kamu buat transfer uang dulu?"

Kalimat di atas, dapat kita pahami sebagai bagian dari cara Bang Gerald membangun awareness

Kata kamu pernah gak sih, atau sejenis dengan itu semisal, pertanyaan, kamu tau gak sih?, atau apa cuma saya ya? dan seterusnya adalah kata pertama yang mampu membuat audiens bertanya-tanya.

Semisal di dalam video menggunakan kata Kamu pernah gak sih?, pastinya audiens bertanya-tanya, pernah ngapain?.

Kalimat selanjutnya akan jadi sangat menarik tergantung pada topik yang diangkat. Dan video Bang Gerald ini mengangkat tentang penipuan yang sering terjadi dari nomor nggak dikenal.

Selanjutnya adalah bagian comprehension, bagian ini menurut Min Kucing berada di dalam teks video Bang Gerald yang mengatakan;

"Nomor ngga dikenal, ....sampai dengan kata emak saya juga gitu soalnya dulu".

Di sinilah comprehension dalam struktur ACCA terbentuk. Bang Gerald memahami konteks masalah, dan memberikan kamu pemahaman yang mudah dimengerti dan bernada empati.

Dia menjelaskan dengan detail bahwa penipuan melalui nomor nggak dikenal sering diawali dengan link gak jelas, pengisian data, dan malah minta transfer dulan. 

Belum lagi, kalimat, sayang masih banyak yang tertipu, dan umumnya dialami oleh boomers, dan bahkan emaknya pernah kena dulu.

Meskipun bagian ini dipenuhi dengan opini, tetapi landasannya berdasarkan fakta. Lihat saja kasus investasi bodong atau giveaway zonk yang mengatasnamakan artis terkenal, sebut saja waim bong. 

Siapa yang sering jadi korban?, anak-anak muda, generasi emas di antara 20-30 tahun?, atau boomers?.

Kalimat ini tentu akan membuat audiens berkata sendiri "ternyata bukan aku saja yang pernah jadi korban ya".

Selanjutnya bagian conviction dalam video ini terdapat pada kalimat.

"Ini namanya Fraud, Penipuan, dan saya sampe nanya ke PermataBank...".

Bagian ini meski sedikit tapi bisa mewakili elemen penting untuk menyakinkan audiens. 

Nama brand Pertama Bank, sebagai brand yang memang memiliki nilai atau citra baik di masyarakat memperkuat bagian sebelumnya, yakni Comprehension.

Teknik inilah yang sering digunakan juga dalam penulisan testimoni, di mana semakin besar nama dari pemberi testimoni, semakin besar juga nama brand yang digunakan.

Walau jujur saja, masih banyak yang kurang tepat menggunakan trik ini, terutama jurnalis ketika meliput berita. Semisal kemarin, ketika ada kerusuhan di Lippo Jogja bagian rooftopnya itu, malah yang ditanya adalah Gubernurnya.

Padahal, Gubernur tidak punya wewenang langsung terhadap yang mempengaruhi kerusuhan di Lippo. Palingan jawaban yang didapat lebih normatif saja. 

Alangkah baiknya ditanyakan langsung pada pihak terkait yang ada di Lippo. Cuma karena namanya dari pihak tidak seterkenal Gubernur, makanya yang diwawancara Gubernur. 

Hal yang sama juga sering dilakukan ketika ada kecelakaan pesawat, yang ditanya malah Lesty Billiar. So, tetap perhatikan kapasitas seseorang.

Kalau dalam copywriting, semisal produk kamu adalah jasa penyedia layanan digital, maka akan lebih relevan dan bernilai jika kamu menuliskan testimoni dari pengusaha, atau perusahaan berbasis digital.

Terakhir adalah bagian action, yang di dalam video ini ada banyak.

Mulai dari kalimat 

"Makanya boleh save, kirim...hingga di akhir video tentang penjelasan 3A"

Bagian action di dalam video ini sangat kental, dan kamu bisa dengan mudah mengenalinya.

Sebenarnya ada satu trik copywriting sederhana yang sering digunakan oleh influencer tanah air kita. Trik itu adalah SSS. Tapi, Min Kucing akan membahasnya pada artikel yang berbeda.

Min Kucing sendiri juga bingung sebenarnya, apakah trik copywriting yang digunakan Bang Gerald ini lebih tepat disebut SSS atau ACCA..

Beri komentar kamu di bawah ya!...

Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

13 komentar

Banner Bloggercrony
Ayu Support Min Kucing untuk Terus Aktif Berikan Tips Keren Nih buat jajan