Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

Bagaimana Perkembangan dan Prediksi Peluang Metaverse di Indonesia?

11 komentar

Bagaimana Perkembangan dan Prediksi Peluang Metaverse di Indonesia?

Halo, kembali lagi bersama dengan Min Kucing. Di sini Min Kucing akan kembali membahas teknologi Metaverse. Bagi yang suka teknologi yang satu ini, pastinya ini akan jadi bacaan yang menarik.

Jangan lupa share ke teman-teman kamu yang lain ya!!..

Metaverse adalah teknologi yang memungkinkan penggunanya untuk dapat saling terhubung dan berinteraksi dalam dunia virtual layaknya di dunia nyata. 

Teknologi yang satu ini bukanlah teknologi yang baru, karena konsep teknologi ini sudah ada sejak tahun 1992. Istilah metaverse diperkenalkan oleh Neal Stephenson melalui novelnya yang berjudul Snow Crash.

Di dalam novel tersebut, Neal menceritakan tentang manusia yang menjadi avatar dengan berinteraksi dengan avatar lain di dalam ruang virtual 3D.

Entah karena terinspirasi dari novel tersebut atau bukan, Mark Zuckerberg mengganti nama perusahaannya menjadi Meta Platform Inc, 29 Oktober 2021, dari yang sebelumnya bernama Facebook Inc.

Melalui nama baru perusahaan tersebut Mark Zuckerberg mulai memperkenalkan teknologi Metaverse. Di awal masa perederannya, teknologi metaverse ini mendapatkan sanjungan di mana-mana. 

Terlebih, perkenalan teknologi ini terjadi masa-masa pandemi Covid-19, yang mengharuskan kita untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

Meskipun dalam 1 minggu terakhir, terdapat berita Meta melalui CEO-nya melakukan PHK besar-besaran imbas dari metaverse, nyatanya banyak yang tetap memprediksi bahwa teknologi akan jadi teknologi penting di masa depan. 

Bahkan salah satu pioner teknologi ternama dunia, yakni Bill Gates mengatakan bahwa metaverse akan membuat perusahaan menjadi lebih fleksibel serta murah.

Menurut Bill Gates, proses penyempurnaan dunia Metaverse memang membutuhkan waktu, tetapi Bill Gates menyakini bahwa proses tersebut tidak akan lama, dan metaverse akan jadi pola hidup baru di dunia kerja.

Perkataan Bill Gates ini seolah diamini dengan banyaknya perusahaan internasional yang telah berkolaborasi dengan metaverse.

Sky Mavis perusahaan developer game yang didirikan oleh Trung Nguyen sukses memanfaatkan metaverse dalam game mereka berjudul Axie Infinity. Game online dengan protokol DeFi berkonsep Play to Earn.

IKEA, perusahaan furniture Swedia dengan metaverse augmented reality-nya, memperkenalkan produk funiture mereka jadi lebih interaktif. Bahkan, penggunaan metaverse ini juga telah sampai ke ranah seni dan musik.

Terbukti dengan Justin Bieber yang menjadi penyanyi pertama di dunia yang mengadakan konser metaverse bersama dengan Wave. 

Di Indonesia, sendiri juga sudah ada penyanyi yang sukses gelar konser via metaverse. Penasaran?. baca sampai akhir!.

Terbaru, Putra Mahkota Dubai, sekaligus Ketua Dewan Eksekutif Dubai, dan Ketua Komite Tinggi Pengembangan Teknologi Masa Depan dan Ekonomi Digital Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum menyetujui rencana Metaverse Dubai.

Lalu, bagaimana perkembangan metaverse di Indonesia sendiri?. Bagaimana peluang metaverse di Indonesia?.

Baca selengkapnya pada link ini

Andri Marza
Andri Marza Alumni Sistem Informasi Perguruan Tinggi Swasta. Aktif menulis hal-hal berbau teknologi, dapat dikatakan sebagai Tech Enthusiast. Tulisan lainnya dari saya bisa didapatkan di situs Inwepo.co.

11 komentar

Banner Bloggercrony
Ayu Support Min Kucing untuk Terus Aktif Berikan Tips Keren Nih buat jajan